WELCOME

WELCOME

Selasa, 24 Desember 2013

You're My Everything, Mom

Ibu adalah segalanya bagiku. Ibu yang mengandung aku selama 9 bulan dengan menahan beban yang cukup berat diperutnya. Menahan sakit oleh tendangan kecilku di perutnya dan tidak pernah sedikitpun mengeluh karena sudah mengandung aku.

            Kelahiran adalah suatu proses dimana seorang Ibu mempertaruhkan nyawanya antara hidup dan mati demi buah hatinya yang ingin melihat dunia.  Ibu yang melahirkan aku dengan sekuat tenaga dan rela mempertaruhkan nyawanya jika harus dipilih aku atau Ibu yang masih menikmati indahnya dunia ini. Ketika aku bertambah usia dari bayi menjadi anak kecil yang lugu dan mulai meminta segalanya, Ibu dengan setia menuruti kemauanku. Aku yang mulai nakal selalu membuat Ibu lelah bahkan tidak tidur jika aku menangis terus- terusan. Tetapi, ibu masih dengan sabar dan tetap tersenyum menjagaku dan menyayangiku.

            Ketika aku mulai remaja, aku semakin berulah. Membentak Ibu, meremehkan kata- katanya, tidak mendengarkan nasehatnya, dan menunda apa yang Ibu suruh lakukan. Perilaku aku semakin lama semakin menjadi, aku yakin Ibu pasti merasa tertekan ataupun sedih. Tapi aku tidak pernah memikirkan perasaannya. Aku masih sibuk dengan kesibukanku yang tidak menentu. Semakin dewasa aku mulai menyadari betapa pentingnya seorang Ibu. Kebutuhanku yang selalu dipenuhi mulai dari makan, pakaian, bahkan sekolah. Rasanya aku belum siap kehilangan Ibu jika Tuhan memanggilnya. Aku memang sudah dewasa, tetapi aku masih membutuhkan seorang Ibu yang selalu menjagaku, mendengar curhatanku, menyayangiku, memasak masakan kesukaanku dan masih banyak yang aku butuhkan dari seorang Ibu. Seandainya, aku diberi 1 permintaan oleh Tuhan, aku ingin permintaan itu adalah hidup bersama Ibu selamanya.

            Ibu adalah segalanya bagiku. Ibu yang memberi aku semangat ketika aku mulai pesimis terhadap apa yang sudah aku lakukan. Ibu yang menegur dan menasehati aku ketika aku salah, Ibu yang mengajarkanku arti kesabaran dan pentingnya bersikap baik serta jujur kepada orang lain, Ibu yang selalu menyuruhku mencoba lagi sesuatu yang memberikan kegagalan untukku karena Ibu tahu dan yakin bahwa aku bisa menghadapi kegagalan tersebut dan tidak pernah menyerah jika aku gagal. Ibu juga yang mengusap air mataku jika aku bersedih, Ibu yang membimbing aku ketika aku belajar, dan Ibu juga yang merawatku hingga aku tumbuh dewasa menjadi putri yang cantik dan pintar.


            22 Desember 2013, hari ini adalah hari Ibu sedunia. Aku memang masih menduduki bangku kuliah, aku  sadar aku belum bisa memberi sesuatu yang berharga untuk Ibu. Uangku belum cukup untuk membeli kado spesial di hari Ibu ini. Tetapi, aku selalu memberikan kasih sayang untuk Ibuku dan memberikan yang terbaik melalui nilai yang aku terima saat kuliah. Aku juga menyadari apa yang sudah aku berikan untuk Ibu tidak akan menebus semua perjuangan dan kasih sayang seorang Ibu karena semua itu tidak bisa digantikan oleh barang atau apapun itu. Aku hanya bisa memberikan kasih sayang yang tulus dari hatiku dan menjaga serta merawat Ibu ketika sakit. Hanya itu yang bisa aku lakukan untuk Ibu, I love you Mom. You’re my everything in my life. 

Rabu, 11 Desember 2013

Cerpen : Aku diantara dua pilihan - Episode 1

Happy birthday Dilan
Happy birthday Dilan
Happy birthday
Happy birthday
Happy birthday Dilan


Lagu selamat ulang tahun yang khusus aku dan teman- teman nyanyikan untuk Dilan.. Rencana memang rencana, apabila Tuhan berkehendak lain hancurlah semua yang telah direncanakan. Sama seperti sekarang kita yang meniatkan untuk membuat surprise tetapi semua rencana itu gagal. Dilan yang telah membuat acara dengan teman atletiknya pergi merayakan ulang tahun bersama mereka, sedangkan aku masih sibuk dengan rencana yang aku dan teman- teman adit buat. Sebelumnya aku telah membuat rencana untuk memberikan surprise ke rumah Dilan dan itu terlaksana sampai kita tiba dirumah Dilan . Tetapi surprise itu gagal, karena Ibunya Dilan menelpon Dilan untuk menuyuruhnya pulang dengan nada tertawa ditambah lagi kita memarkir motor di garasi rumah Dilan.
Aku yang membuat rencana itu sendiri merasa sedikit kesal karena semuanya gagal, tapi yasudahlah yang penting aku sudah berusaha memberikan yang terbaik.

Perayaan ulang tahun adit cukup sederhana, memotong kue ulang tahun dan memberikan kue pertamanya khusus untuk wanita yang spesial dihatinya, aku. Setelah acara potong kue, Ibu Dilan menawarkan bakso yang lewat didepan rumah beliau. Dan tanpa sungkan sungkan, kita memakan bakso itu dengan nikmat walaupun sekali kali pandanganku mengarah kepada mantannya Dilan yang waktu itu sengaja meramaikan suasana, entah itu sengaja untuk menarik perhatian Dilan atau tidak. Ulang tahun Dilan kali ini cukup membuatku sedikit kesal, acara ini sengaja aku buat untuk merayakan ulang tahun dan acara ini juga yang menjadi kesempatan teman- teman Dilan untuk membahas masalah paskibra. Aku yang bukan anak paskibra hanya bisa diam, sedangkan mereka tertawa puas di acara yang aku adakan.

“Git, lo ga bete apa ini kan acara lo kenapa malah mereka yang banyak bicara ?” salah satu teman sekelasku yang aku ajak ke acara ulang tahun adit berbisik sambil melihat sinis pada teman- teman Dilan
Aku hanya terdiam, tidak mau terlalu menanggapinya walaupun hatiku saat itu benar benar ingin menangis.

Kriing..kring..kring

Suara hpku yang bernada kecil mengagetkan seisi rumah, karena bunyinya disaat suasana hening. Aku melangkah keluar lalu mengangkat telepon dari nomor yang tidak aku kenal.

“Halo assalammualaikum” ucapku dengan suara agak pelan

“Wallaikumsalam, apa kabar git ? masih ingat aku ga ?”
  Ini orang to the point banget langsung bertanya aku masih mengenal dia tanpa menungguku
  menjawab pertanyaan sebelumnya yang dia lontarkan

“Ingat kamu ? maaf sebelumnya aku lupa ini siapa, bisa memberitahuku ?”

“Ini Guntur wid, masih ingat engga ?”

Aku terdiam, otakku seolah sudah diatur untuk mengingat masa laluku yang kelam. Tapi aku berusaha untuk pura- pura tidak mengingatnya
“Guntur ? Guntur siapa ?”

“Guntur teman SMP kamu git, waktu di rengat, masa kamu lupa ?” aku menelan ludah, ternyata benar sosok orang yang dulu aku cintai muncul lagi dihidupku tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadaku


“Ohh iyaa aku baru ingat, a..a..da apa yaa tur ?” aku mendadak menjadi gagap karena tidak tahu harus berbicara apa.

“Aku mau ketemu git, ada satu hal yang mau aku omongin”nada suara Guntur terdengar serius

“Mau ngomongin apa tur ? kenapa ga lewat telepon aja ?”

“Ga bisa git, ini penting banget. Aku mau ngomong langsung sama kamu”. Nada suara Guntur terdengar makin serius, aku mulai curiga dengan gaya bicaranya.

“Tapi sorry tur, aku lagi ada acara jadi ga bisa ketemu sama kamu sekarang. Gimana kalo besok ?”

“Pleaaasee git, sekali ini aja. Aku mau ketemu sama kamu selagi aku di Bogor ”

“Sorry banget tur, aku ada acara penting jadi gabisa menemuimu” aku langsung mematikan telepon itu tanpa mengatakan pada Guntur terlebih dahulu.

Suara handphoneku berdering lagi dan itu di nomor yang sama, aku ragu mau mengangkat telepon. Tapi jempol kananku sudah memencet tombol untuk mengangkat telepon.

“Halo tur, ada apalagi ?” ucapku singkat

“Git, aku sayang sama kamu. Aku benar- benar merasa kehilangan kamu saat kamu pindah". Aku yang mendengar ucapan Guntur langsung kaget. Kenapa dia baru menyatakan cintanya sekarang ?

“Apa tur ? kamu suka sama aku ? Kenapa tidak dari dulu tur kamu menyatakan perasaan cintamu ke aku ? Kenapa disaat aku sudah mempunyai kekasih kamu baru ada ? Apa kamu berniat untuk menghancurkan hubunganku yang telah tersusun secara rapi ?”

“Gii..ii..it.. kamu salah paham tentang semua ini” “. aku tahu kalo dulu kamu pernah memendam perasaan sama aku dan aku memang tidak menyadarinya. Tapi asal kamu tahu, aku juga menaruh perasaan git sama kamu. sudah 4 tahun aku mencari info tentang kamu, tidak ada satupun orang yang tahu kamu dimana dan nomor hp kamu berapa. Aku sempat bingung dan kehabisan akal, aku menyesal telah membiarkan kamu pergi begitu saja. Tapi aku bahagia git, aku berhasil menemukan nomor hpmu di salah satu sahabatmu, Dilla. Walaupun aku tahu aku telat untuk mengungkapkan semua ini.

“Guntur, ucapanmu terlalu dramatis dan tampak mengada- ada. Kamu sudah tahu kan kalo aku mencintaimu dari awal aku di jodoh- jodohkan sama teman temanku ? 3 tahun Tur, aku memendam perasaan ini dan selama itu juga kamu tidak bisa menyadarinya padahal aku sangat berharap saat itu kamu bisa merasakan perasaan aku. Aku pindah kebogor juga aku masih memendam perasaan itu. Sulit untuk melupakannya karena semua ini masih terlalu sakit”.

“Git, jujur, aku dulu belum terlalu mengenalmu, aku belum tahu sifatmu daan aku belum siap untuk menyatakan perasaan ini”.

“Belum siap katamu ? lalu apa maksud dari sikapmu yang meludahiku saat kita berpapasan dibelakang mesjid sekolah ? Aku merasa hina kan Tur untukmu ? Aku sadar Tur aku tidak pantas untukmu. Aku hanya wanita jelek, bodoh dan miskin yang menyukai seorang lelaki yang mempunyai segalanya”.

“Git...please hentikan semuanya”

“Lalu apa maksudmu melihatku disaat kelas kamu dan kelas aku digabungkan diwaktu renang ? Kamu mau memberiku harapan palsu ? Tatapanmu tur, aku tahu matamu itu sedang menatap mataku dan aku merasakan itu. Detak jantungku berdegup lebih kencang, tidak seperti biasanya kamu menatapku dengan tatapan seperti itu. Aku tidak bermaksud kegeeran tapi di belakangku memang tidak ada orang. Apa maksud tatapan itu Tur ? Kamu ingin membuat aku merasakan getaran cinta yang kamu beri lewat tatapan itu ? Hatiku berbunga Tur ketika temanku mengatakan kalo kamu lagi melihatku tanpa berkedip. Hanya dua kenangan itu yang masih tersimpan di otakku.”

Air mataku mulai jatuh perlahan, aku tidak peduli dengan apa yang aku ucapkan. Disaat yang sama ternyata Dilan mendengar obrolanku dengan Guntur tanpa sepengetahuanku.

“Aku bisa jelasin semuanya git, tapi aku mau ketemu sama kamu sekarang”

“Engga tur, buat apa aku menemuimu. Aku sudah mempunyai kekasih yang lebih baik dari yang aku harapkan. Dan aku mohon Tur, jangan ganggu kehidupanku lagi mulai detik ini”. Aku mematikan telepon dan kembali keruang tamu tempat dimana teman- temanku berkumpul. Aku berusaha menyembunyikan muka sedihku tapi seorang adit bisa merasakan itu dan dia menanyakan apa yang terjadi padaku.

“ Kamu kenapa menangis ? Siapa yang menelepon kamu ? Dia bilang apa ke kamu ? “ Dilan seolah olah ingin tahu apa yang terjadi padaku dengan cara menginterogasi aku yang berpura- pura tegar didepannya.


****Bersambung****

Sabtu, 16 November 2013

Cerpen - Aku diantara dua pilihan - Episode 2

“ Aku ga kenapa- kenapa kok, tadi sempat ada orang yang menyebalkan menelpon aku” Oh iyaa Dilan , maaf yaa aku ga bisa lama- lama dirumah kamu, ada urusan mendadak jadi aku harus pergi sekarang “ Aku berbicara dengan adit sangat lembut karena aku harus menahan tangis.

“ Pergi kemana ? Aku anterin yaa ?” Tawaran yang selalu diberikan padaku, aku tahu Dilan pasti tidak mau aku kenapa- kenapa apalagi melihat aku pulang dalam keadaan sedih.

“ Aku pergi sendiri aja, lagian ga enak masih ada teman- teman kamu disini. Mereka juga pasti mau merayakan ulang tahun kamu juga. Yaudah sekarang tolong kamu anterin aku ke Ibu kamu, aku mau pamit.” Akhirnya Dilan mengantarkan aku pada mamanya, saat itu juga aku langsung pamit. Ibu Dilan menanyakan mengapa aku pulang terlebih dahulu, aku tidak mau terlalu jujur karena ini masalah pribadiku dan masa laluku.

Dilan  mengantarkan ku sampai aku naik angkot, dia mungkin merasa aneh kenapa aku tiba- tiba bilang mau pergi setelah menerima telepon dari lelaki itu. Maafkan aku Dilan , aku telah membohongi kamu untuk masalah ini. Aku tidak mau melibatkan kamu dalam masalah ini walaupun aku tahu kalo kamu ikut menemaniku mungkin aku bisa lebih aman tapi aku juga tidak mau kamu terpancing emosi kalau kamu bertemu dengannya.

Setengah jam kemudian aku sampai di salah satu mall terbesar dan terkenal di Bogor. Aku membaca lagi pesan singkat dari Guntur untuk menemuiku di mall ini. Awalnya aku tidak mau bertemu dengannya, tetapi aku lebih memilih untuk menemuinya agar masalah semuanya selesai. Kaki aku pun melangkah ke foodcourt, disitu aku melihatnya duduk sendiri sambil minum es cappuchino yang juga kesukaanku. Jujur, aku sangat merindukan lelaki ini tetapi aku tidak boleh mengingat masa lalu aku yang pernah dicampakkan olehnya. Aku menghampirinya dan aku berlagak sok judes.

“ Mau ngomong apalagi ? Bukannya semua sudah selesai ? Aku sama kamu ga pernah ada hubungan. Kita cuma seorang wanita dan lelaki yang hanya ditakdirkan untuk bertemu tetapi tidak diizinkan untuk bersama. “

“ Iyaa git, aku mengerti, aku tahu dulu aku salah. Aku terlalu takut untuk mengatakan kalau aku sayang sama kamu dan aku sudah bertahun- tahun menyesalinya. Aku sudah mencari informasi tentang kamu dari siapapun tetapi banyak yang tidak mengetahui pasti dimana kamu tinggal”

“ Tur, tolong yaa aku ga mau membahas itu. Aku kesini hanya untuk menjelaskan dan memperingatkan kamu untuk tidak mendekati aku lagi apalagi meminta lebih dari sekedar teman. Karena seperti yang kamu tahu aku sudah mempunyai kekasih yang jauh lebih baik dan lebih menyayangi aku jadi aku mohon sama kamu mulai detik ini jangan pernah hubungi aku lagi.” Aku langsung bangun dari tempat duduk ku dan beranjak pergi meninggalkan tempat itu.

Namun niat aku untuk pergi dari tempat dimana Guntur duduk batal karena Guntur memegang tangan aku dan menangis memohon padaku agar aku bisa memaafkannya.

“Git, aku mohon maafkan aku. Aku tahu aku salah dan aku sadar akan hal itu. Aku janji ga akan mengulanginya lagi.”

“Gitaaa......” aku dan Guntur kaget dan penasaran dengan suara siapa itu. Aku menoleh kebelakangku dan aku melihat Dilan sedang berdiri tepat dibelakang kami duduk. Aku langsung gugup, aku takut Dilan salah paham tentang semua ini.

“ Dilan , ini semua bukan seperti yang kamu lihat. Aku sama dia ga ada hubungan apa- apa, aku mohon jangan marah sama aku, ini semua salah paham.” Aku berusaha meyakinkan Dilan bahwa tidak ada apa- apa diantara aku dan Guntur.

Akhirnya aku, Dilan dan Guntur berkumpul disatu meja dan aku mencoba menjelaskan semua masa lalu aku kepada Dilan . Untungnya Guntur tidak lagi memohon kepadaku untuk menjadi kekasihnya lagi karena dia tahu kalau aku dan Dilan sudah berpacaran selama 3 tahun.


Dilan  mengerti dengan semua penjelasan yang awalnya salah paham ini, dia bisa menerimanya asalkan Guntur tidak mengganggu hubungan kami lagi. Aku bisa melihat wajah Dilan yang tegar karena aku tahu sebenarnya Dilan cemburu tetapi dia tidak memperlihatkannya. Guntur akhirnya juga mengerti dan dia berusaha untuk melupakanku lagi dari kehidupannya. Akhirnya, masalah ini selesai di satu meja kecil ini. Aku janji  tidak akan mengingat masa lalu aku lagi saat aku berpacaran dengan Dilan.

****SELESAI****

Kamis, 07 November 2013

Karma Pasti Berlaku

Dia ada disini, tapi kenapa dia tidak menolongku ? kenapa dia menolong wanita lain ? senyum manisnya seolah menunjukkan kesombongan.
Hey ga usah sok jadi pahlawan deh, dulu lo suka kan sama gue ? apa karena cinta lo gue tolak jadinya lo jahat sama gue ? ucapku agak kasar
Perkataanku seolah hanya angin lalu yang tidak perlu didengar, dia hanya membalas dengan senyuman mautnya yang begitu manis tapi masih menunjukkan sedikit kesombongan. Perasaanku jadi campur aduk , laki- laki yang dulu menaruh hati padaku kini menjadi musuhku.
Aku terbangun dari tidurku, seperti biasa hampir tiap malam aku memimpikan dia. Seseorang yang terlalu aku remehkan untuk menjadi kekasihku.  Sebenarnya bukan meremehkan tapi karena aku pikir dia terlalu mempermainkan aku dengan cintanya.  Masih teringat kejadian dulu, menitipkan salam kepadaku melalui adik laki- lakiku, sempat aku berpikir salam yang diberikan padaku hanya main- main hingga suatu saat guruku mengumumkan masalah aku yang mau pindah rumah ke Bogor didepan teman- temanku. Sontak kelas menjadi heboh dengan bisikan teman- temanku yang mengatakan akan ada seseorang yang mengatakan cinta padaku.
Hari itu aku sengaja pulang lebih awal, menghindari orang yang akan menembakku. Entah kenapa aku terlalu takut untuk bertemu dengannya. Selama ini aku dan dia tidak pernah berbicara satu patah kata pun, walaupun aku dan dia pernah duduk sebangku sewaktu ujian.
Lelaki yang cemen, penakut, buat berbicara denganku saja harus melalui orang lain. Aku tersenyum kesal didalam hati. Tapi kenapa sekarang malah aku yang menghindarinya ? apa aku membohongi perasaanku kalau aku juga mencintainya ? tapi kita beda agama ??
Esoknya, satu persatu teman- teman mulai menggosipkan ku. Aku bingung, apa yang sebenarnya terjadi padaku ? kulihat penampilanku, tidak ada yang salah. Aku juga tidak telat datang, hari ini juga bukan jadwalku membersihkan kelas.
Ehh wid, lo jahat yaa ? udah tau kemaren si Nata nungguin lo buat bilang kalo dia suka sama lo. Mana dia ujan- ujanan lagi nungguinnya, padahal anak- anak udah bilang kalo lo itu udah pulang pas ada kelas agama tapi dia malah ga percaya. Pas udah agak lama dia ngecek isi kelas ternyata bener ga ada lo, langsung deh dia pulang dengan muka yang kecewa. Jahat bener sih lo, gue cariin tapi udah ngilang gitu aja. Katanya kalau lo mau jadi pacar dia, dia mau pindah agama ke Islam (?)
Hah ? pindah agama ? lo kira agama itu mainan apa ? jawabku ketus
Aku masih setengah tidak percaya, dia hujan- hujanan demi aku ? dan aku pulang begitu saja ? aku memang jahat, aku terlalu egois. Disaat Nata mau berbicara padaku aku malah menghindar padahal aku berharap dia tidak jadi seseorang yang penakut untuk berbicara padaku. Aku merasa bersalah, tapi aku tidak berani untuk meminta maaf pada Nata, aku takut dia membenciku.
Beberapa bulan kemudian, aku pindah rumah ke Bogor. Aku tidak terlalu berharap dia ada disaat aku pergi, mungkin dia masih terlalu sakit dengan sikapku yang dulu tapi yasudahlah. Travel yang mengantarkanku ke Padang terlebih dahulu melaju dengan kencang di malam hari. Malam ini aku  meninggalkan kota yang memberikan sejuta kenangan yang membuatku tersenyum bahagia.
******

Sudah hampir dua tahun aku tinggal di Bogor, sosok Nata masih menghantui kehidupanku. Sifat jahatku ternyata masih tersimpan erat dijiwaku. Mungkin Nata masih berharap kita bisa berbicara layaknya teman biasa, hampir setiap hari dia ngechat kepadaku di Facebook dan hampir setiap hari juga aku mengabaikan chatnya itu. Aku berusaha melupakannya tapi sulit, mungkin karena aku tahu besarnya kesalahanku padanya.
Ketika aku masuk SMA aku sudah mulai melupakan Nata, walupun rasa penyesalan masih tersimpan di benakku. Aku bahagia karena aku bisa melupakan Nata ditambah lagi tepat tanggal 08 September 2010 aku mempunyai seseorang yang sudah menjadi kekasihku sejak aku kelas 2 SMA. Kekasih yang aku harapkan, baik, perhatian dan seiman. Hubungan kami masih berjalan hingga kini, hampir 2 tahun kita masih bersama walaupun saat lulus SMA kita harus terpisah oleh jarak. Dia diterima di salah satu perguruan tinggi negeri di Malang dan aku masih tetap tinggal di Bogor. Berat memang tapi inilah namanya hidup, tidak ada hidup yang berjalan mulus termasuk dalam menjalani suatu hubungan.
********
Dia muncul lagi di mimpiku ......!!!! diaaa, iyaa diaaa. Nataaa, dia hadir lagi di mimpiku membuatku harus teringat kembali pada masa laluku, kesalahanku dan penyesalan terhadap semuanya. Aku terbangun lemas dari tidurku, rasanya sedih dan tak tahu harus berkata apa lagi. Akhir- akhir ini aku mulai dilanda kegalauan, padahal aku sudah punya Adit yang selalu setia dan ada buatku. Tapi aku juga tidak mau mngkhianati cintanya, aku tidak pernah bermaksud untuk menduakannya apalagi berpaling dari kekasih yang hampir 3 tahun selalu ada buatku. Sudah seminggu ini aku memimpikan Nata, bersikap lembut, berbicara dengan senyuman manisnya itu padaku. Dan akhinya, aku mulai merasakan perasaan itu, perasaan yang memberikan benih cinta. Mengapa kini aku yang terlalu mengharapkannya ? mungkin karma sedang berpihak padaku, aku yang dulu menolak cintanya kini mulai menyimpan sedikit harapan. Lusa kemaren dia ngechat lagi padaku menanyakan kabarku, tapi kali ini aku tidak mau menyia- nyiakan kesempatan untuk menjadi temannya lagi. Lalu aku membalas chatnya dan dia tidak membalas lagi. Sekarang aku yang mengharapkan balasan chat dari dia, menunggu dan menunggu.

Mungkin aku berdosa, tapi aku sama sekali tidak berniat untuk menduakanmu Adit, aku hanya teringat dengan masa laluku. Aku tidak mungkin menerima Nata menjadi pacarku kalau dia mengatakan cinta lagi karena aku masih punya kamu,Adit. Lagian aku dan Nata beda agama :] 

Dimana

Kadang aku merasa sendiri
Dihidupku yang sedih ini
Tak ada satupun yang mempedulikanku
Hanya Tuhan yang mendengar curhatanku

Dimana dia saat aku butuh ?
Dimana dia saat aku harus menanggung semua sendiri
Dimana dia saat aku tak tahu harus mengadu pada siapa
Apa aku harus menangis dan memendam semua kesedihanku ?

Dimana mereka ?
Dimana sahabat-sahabat yang selalu bersamaku ?
Apa mereka hanya ada disaat aku merasa senang ?
Apa aku tidak boleh bercerita sedikit saja tentang kepedihanku ?
Aku merasa sendiri
Tanpa dia dan mereka

Tuhan....
Aku masih membutuhkan seseorang
Agar aku bisa bercerita dan menangis dipelukannya
Kirim aku seorang Malaikat-Mu Tuhan
Tak peduli siapapun itu, karena yang aku butuhkan adalah

Seseorang yang setia menemaniku disaat aku senang dan sedih

Selasa, 05 Maret 2013

Karma Pasti Berlaku




Dia ada disini, tapi kenapa dia tidak menolongku ? kenapa dia menolong wanita lain ? senyum manisnya seolah menunjukkan kesombongan.

Hey ga usah sok jadi pahlawan deh, dulu lo suka kan sama gue ? apa karena cinta lo gue tolak jadinya lo jahat sama gue ? ucapku agak kasar

Perkataanku seolah hanya angin lalu yang tidak perlu didengar, dia hanya membalas dengan senyuman mautnya yang begitu manis tapi masih menunjukkan sedikit kesombongan. Perasaanku jadi campur aduk , laki- laki yang dulu menaruh hati padaku kini menjadi musuhku.

Aku terbangun dari tidurku, seperti biasa hampir tiap malam aku memimpikan dia. Seseorang yang terlalu aku remehkan untuk menjadi kekasihku.  Sebenarnya bukan meremehkan tapi karena aku pikir dia terlalu mempermainkan aku dengan cintanya.  Masih teringat kejadian dulu, menitipkan salam kepadaku melalui adik laki- lakiku, sempat aku berpikir salam yang diberikan padaku hanya main- main hingga suatu saat guruku mengumumkan masalah aku yang mau pindah rumah ke Bogor didepan teman- temanku. Sontak kelas menjadi heboh dengan bisikan teman- temanku yang mengatakan akan ada seseorang yang mengatakan cinta padaku.

Hari itu aku sengaja pulang lebih awal, menghindari orang yang akan menembakku. Entah kenapa aku terlalu takut untuk bertemu dengannya. Selama ini aku dan dia tidak pernah berbicara satu patah kata pun, walaupun aku dan dia pernah duduk sebangku sewaktu ujian.

Lelaki yang cemen, penakut, buat berbicara denganku saja harus melalui orang lain. Aku tersenyum kesal didalam hati. Tapi kenapa sekarang malah aku yang menghindarinya ? apa aku membohongi perasaanku kalau aku juga mencintainya ? tapi kita beda agama ??

Esoknya, satu persatu teman- teman mulai menggosipkan ku. Aku bingung, apa yang sebenarnya terjadi padaku ? kulihat penampilanku, tidak ada yang salah. Aku juga tidak telat datang, hari ini juga bukan jadwalku membersihkan kelas.

Ehh wid, lo jahat yaa ? udah tau kemaren si Guntur nungguin lo buat bilang kalo dia suka sama lo. Mana dia ujan- ujanan lagi nungguinnya, padahal anak- anak udah bilang kalo lo itu udah pulang pas ada kelas agama tapi dia malah ga percaya. Pas udah agak lama dia ngecek isi kelas ternyata bener ga ada lo, langsung deh dia pulang dengan muka yang kecewa. Jahat bener sih lo, gue cariin tapi udah ngilang gitu aja. Katanya kalau lo mau jadi pacar dia, dia mau pindah agama ke Islam (?)

Hah ? pindah agama ? lo kira agama itu mainan apa ? jawabku ketus

Aku masih setengah tidak percaya, dia hujan- hujanan demi aku ? dan aku pulang begitu saja ? aku memang jahat, aku terlalu egois. Disaat Guntur mau berbicara padaku aku malah menghindar padahal aku berharap dia tidak jadi seseorang yang penakut untuk berbicara padaku. Aku merasa bersalah, tapi aku tidak berani untuk meminta maaf pada Guntur, aku takut dia membenciku.

Beberapa bulan kemudian, aku pindah rumah ke Bogor. Aku tidak terlalu berharap dia ada disaat aku pergi, mungkin dia masih terlalu sakit dengan sikapku yang dulu tapi yasudahlah. Travel yang mengantarkanku ke Padang terlebih dahulu melaju dengan kencang di malam hari. Malam ini aku  meninggalkan kota yang memberikan sejuta kenangan yang membuatku tersenyum bahagia.

******

Sudah hampir dua tahun aku tinggal di Bogor, sosok Guntur masih menghantui kehidupanku. Sifat jahatku ternyata masih tersimpan erat dijiwaku. Mungkin Nata masih berharap kita bisa berbicara layaknya teman biasa, hampir setiap hari dia mengirim pesan kepadaku di Facebook dan hampir setiap hari juga aku mengabaikan chatnya itu. Aku berusaha melupakannya tapi sulit, mungkin karena aku tahu besarnya kesalahanku padanya.
Ketika aku masuk SMA aku sudah mulai melupakan Guntur, walupun rasa penyesalan masih tersimpan di benakku. Aku bahagia karena aku bisa melupakan Guntur ditambah lagi tepat tanggal 08 September 2010 aku mempunyai seseorang yang sudah menjadi kekasihku sejak aku kelas 2 SMA. Kekasih yang aku harapkan, baik, perhatian dan seiman. Hubungan kami masih berjalan hingga kini, hampir 2 tahun kita masih bersama walaupun saat lulus SMA kita harus terpisah oleh jarak. Dia diterima di salah satu perguruan tinggi negeri di Malang dan aku masih tetap tinggal di Bogor. Berat memang tapi inilah namanya hidup, tidak ada hidup yang berjalan mulus termasuk dalam menjalani suatu hubungan.

********

Dia muncul lagi di mimpiku ......!!!! diaaa, iyaa diaaa. Guntuuuurrr, dia hadir lagi di mimpiku membuatku harus teringat kembali pada masa laluku, kesalahanku dan penyesalan terhadap semuanya. Aku terbangun lemas dari tidurku, rasanya sedih dan tak tahu harus berkata apa lagi. Akhir- akhir ini aku mulai dilanda kegalauan, padahal aku sudah punya Adit yang selalu setia dan ada buatku. Tapi aku juga tidak mau mngkhianati cintanya, aku tidak pernah bermaksud untuk menduakannya apalagi berpaling dari kekasih yang hampir 3 tahun selalu ada buatku. Sudah seminggu ini aku memimpikan Guntur, bersikap lembut, berbicara dengan senyuman manisnya itu padaku. Dan akhinya, aku mulai merasakan perasaan itu, perasaan yang memberikan benih cinta. Mengapa kini aku yang terlalu mengharapkannya ? mungkin karma sedang berpihak padaku, aku yang dulu menolak cintanya kini mulai menyimpan sedikit harapan. Lusa kemaren dia mengirim pesan lagi padaku menanyakan kabarku, tapi kali ini aku tidak mau menyia- nyiakan kesempatan untuk menjadi temannya lagi. Lalu aku membalas chatnya dan dia tidak membalas lagi. Sekarang aku yang mengharapkan balasan chat dari dia, menunggu dan menunggu.

Mungkin aku berdosa, tapi aku sama sekali tidak berniat untuk menduakanmu Adit, aku hanya teringat dengan masa laluku. Aku tidak mungkin menerima Guntur menjadi pacarku kalau dia mengatakan cinta lagi karena aku masih punya kamu,Adit. Lagian aku dan Guntur beda agama :] 

Minggu, 17 Februari 2013

Ke Bogor lagi yeay :D


Aku senang kamu mau pulang lagi ke bogor buat ketemu aku, walaupun pas kamu datang kita tidak langsung bertemu :D

Hari pertama { Sabtu } :
Kamu baru sampai di Bogor, kamu menyuruhku  kerumahmu. Tapi karena lusa aku masih UAS jadi aku menolak tawaranmu.

Hari kedua { Minggu} :
Kamu pergi ke Bandung menemui adik kesayanganmu dan baru pulang malam hari. No problem :]

Hari ketiga { Senin } :
Kita ketemuaaaaaaaaaan, kamu jemput aku di stasiun Bogor. Aku seneng bangeeet, kamu langsung mengelus rambut aku seperti dulu. Kita langsung kerumah kamu, ngobrol seperti biasa. Ga berapa lama kita cabut deh ke Botas. Di Botas kita foto studio, hasilnya keren bangeeeeet :]  sambil nunggu foto beres dicetak kita makan dulu ditempat biasa kita makan, kita makan bakso. Baksonya enak banget kalo makannya sama kamu :p habis makan kita langsung ke tempat kita foto tadi, fotonya udah beres dicetak ternyata yang asli jauh lebih bagus dari yang diliat di gambar hehe. Kita langsung pulang soalnya kamu mau ke gor sama mama kamu. Kamu nganterin aku sampai rumah aku, kamu juga bilang mau ngapelin aku nanti malam. Tapi karena hujan ga jadi deh, agak sedih :[

Hari keempat { Selasa } :
Hari selasa kamu kerumah aku sekitar jam 10an tapi karena kamu mau ke Jakarta jadinya jam 12 kamu pulang deh. Not bad :]

Hari kelima { Rabu } :
Kamu kekampus aku, padahal kamu baru pulang dari Jakarta dan waktu itu kamu bareng mama kamu, so sweetnya kamu ninggalin mama kamu Cuma buat jemput aku uuuuuh  :D kita pulang bareng naik kereta. Nyampe di Bogor kita ke bank dulu terus kita ke Botas lagi nemenin aku belanja. Habis itu kita langsung ke tempat makan yang jual surabi duren, disitu aku makan surabi suren coklat keju sama kaya kamu, tapi kamu ditambah pisang bakar. Kerasa nikmat banget soalnya waktu itu juga lagi ujan :D kita pulang, tapi kamu ga bisa nganterin sampe rumah karena ga bawa motor dan aku juga ga mau dianterin :]

Hari keenam { kamis } :
Kita pergi ke ancol walaupun Cuma ke pantainya. Berangkat dari rumah jam 10an terus naik kereta jam 11an. Nyampe kota sekitar jam setengah 1an, terus kita langsung ke ancol naik angkot :D pantai ancol sepi banget mungkin karena hari kerja kali yaa, tapi gapapa deh bisa bebas buat foto :D sekitar jam 2an kita baru pulang, udara jakarta sepertinya ga cocok buat aku. Nyampe di kota kita langsung naik kereta, di kereta kita mengingat awal kita pdkt dan jadian, puas banget bisa ketawa bareng kamu :D ga keras jakarta bogor serasa deket banget kalo ada kamu, jadi kita langsung pulang kerumah masing2 deh :]

Hari ketujuh { jumat } :
Aku pikir hari ini bakal jadi hari terakhir kita ketemu sebelum kamu pergi ke Malang :[ kamu ke rumah aku Cuma sebentaaaar banget :[  jadi kerasa sedihnya kan, tapi kocak banget pas kamu udah di jalan mau pulang aku nelponin kamu suruh balik lagi kerumah Cuma buat oleh oleh, lucu mukamu, ngangenin :D

Hari kedelapan { sabtu }
Tadinya kita ga bakal ketemu lagi, tapi karena kamu dan aku berangkat ke stasiunnya diwaktu yang sama jadi kita bisa bertemu di stasiun walaupun ga janjian dulu. Tadinya kamu bilang kereta ke tanah abang sekitar jam setengah 10an, aku pikir mungkin aku duluan aja tapi alhamdulillah banget kereta tanah abang tiba tiba datang dan kita berangkat bareng :D di kereta kita ngobrol seperti biasa, disaat itu aku belum sedih kaarena kamu masih disamping aku, tapi saat tiba di stasiun UI aku mulai merasakan kehilangan dan agak sedih and then i think i’ll really really miss youuuuu to be there for me :[

Sabtu, 19 Januari 2013

Alasan Betah LDR


1.    Karena Aku Sayang Dia. Walaupun banyak godaan dari teman dan keluarga. Mulai dari teman menawarkan seorang pria untuk dijadikan pacar untukku, lalu mama menyuruhku mencari pacar disini biar bisa mengantar jemput aku kuliah (ojek kali ya), kakak yang menyuruhku mencari penggantimu agar aku tidak kesepian dan teman- teman lain yang menggodaku dengan kata- kata yang membuatku sadar dan agak sedih.
“buat apa LDR, belum tentu yang disana setia”
“buat apa LDR, ga ada yang bisa ngejemput, ga ada yang bisa diajak jalan sama nonton”
Aku sudah terbiasa dengan semua itu, tapi aku tetap membelamu.

2.    Karena Aku Nyaman Bersamanya. Banyak orang yang bilang kalau nyaman tidak akan pernah bisa dibeli walaupun telah disakiti. Seperti kemaren saja, aku mencoba bertahan dengan sikapnya yang terlalu “cuek” sehingga aku memutuskan hubungan satu pihak. Tetapi, kenyamanan membuat aku kembali padamu.

3.   Karena Aku Percaya Padanya. Susah memang percaya dengan orang yang sudah menyakiti perasaan kita apalagi jika kita sudah memberi kepercayaan lebih sama itu orang. Walaupun dia telah janji padaku tidak akan mendekati wanita manapun, tetapi sebagai wanita, wajar kan jika aku harus sedikit waspada dan agak mencurigai gerak- geriknya ? Tetapi mulai saat ini aku mencoba memberikan kepercayaan lagi kepadanya seperti dulu. 

4.    Karena Aku Masih Membutuhkannya. Dia itu tempat curhatku, jika dia tidak ada saat aku butuh teman cerita  pasti aku bakal sedih. Bukannya aku tidak mau bercerita pada teman- temanku tetapi dia orang satu- satunya yang bisa aku percaya untuk mendengarkan semua curhatan dan isi hatiku. Jadi aku meminta dia agar selalu ada saat aku butuh.

5.  Karena Dia Memintaku Untuk Menunggu. Lelah memang disuruh menunggu apalagi kalo disuruh menunggu selama 4 tahun dan itu juga belum tentu dia bakal menetap di daerah tempat Allah mempertemukan kita. Walaupun begitu, aku bakal mencoba untuk menunggu karena ini merupakan tantangan buat aku dan ini juga menguji kesetiaan aku dan dia. 

6.  Karena Dia Memiliki Niat dan Akan Berusaha Semaksimal Mungkin Agar Bisa Selamanya Denganku. Agak lebay sih tapi kata- kata itu yang buat aku kuat dan yakin kalo dia masih bisa menganggapku sebagai pacar.

Sebenarnya masih banyak alasan kenapa aku betah menjalani hubungan long distance ini, tetapi sulit untuk diungkapkan satu- satu. Intinya aku tidak ingin dia menyakiti perasaanku karena dia yang memintaku untuk menunggu dan jangan sekali- sekali mencoba menyakiti perasaanku apalagi menduakan aku karena dia juga terlahir dari seorang wanita.


Rabu, 02 Januari 2013

Quote :')


  • Aku berharap kamu bisa lebih peduli sama aku seperti dulu, tetapi mungkin itu hanya bisa menjadi kenangan.
  • Aku memiliki kekasih tetapi aku merasa jika aku tidak memilikinya.
  • Karena hanya aku yang merasakannya.
  • Untuk apa aku mengatakan semuanya padamu jika akhirnya kamu juga tidak akan mengerti ?
  • kamu yang selalu buat aku kuat kalo lagi ada masalah makanya aku nyaman disampingmu
  • aku udah mencoba mempertahankan hubungan ini tapi masih terlalu sakit untuk mengingatnya, tapi kalo aku memutuskan hubungan ini aku taku takut menyesal pada akhirnya
  • karena aku ngerasain banget perubahan yang terjadi pada dirimu
  • kamu mau menyenangkan hati sama perasaan aku ? tapi dengan cara nyuekin aku ?
  • aku cuma butuh orang yang bisa dengarin aku cerita, yang bisa aku peluk, yang bisa mengusap air mata aku waktu aku lagi ada masalah. aku ga berharap banyak kamu bisa melakukan itu, kamu udah mau dengari cerita aku aja itu udah cukup buat aku senang.
  • bukan salah aku kan kalo aku jadi menjauh darimu ?
  • ga mudah ternyata percaya sama orang walaupun orang itu udah dekat banget sama kita
  • lalu buat apa dipertahankan kalo pacaran malah buat aku selalu merasa sendiri, selalu buat aku sedih ?
  • aku ngerti kok, ngerti anget malah. makanya aku mulai ngebiasain tanpa kamu
  • seandainya kamu pernah merasakan kesepian yang aku rasa mungkin semua ga akan seperti ini
  • kamu butuh aku ? butuh buat apa ? bikin aku nangis ? bikin aku cemburu ?
  • kamu pernah berpikir ga gimana rasanta dikecewain ?
  • kamu butuh aku ? tapi kenapa tiap aku butuh kamu ga pernah ada ?
  • buat apa aku angkat telepon kamu kalo nantinya kamu bakal mentertawakan aku yang sedang menangis ?
  • aku kuat kok ga ada kamu :)
  • kamu bilang kamu sayang sama aku, tapi kamu ga pernah mengerti perasaan aku
  • kamu masih sms aku tapi kamu selalu sms perempuan lain juga kan ?
  • semua janjimu itu seakan hanya harapan kosong biar aku senang
  • yang tadi ? yang kemaren ? 3x kamu sms seperti itu ? 3x juga kamu ga mau mengaku kalo kamu yang mengirim sms itu ?
  • aku ga mau dipanggil "sayang" sebelum kamu berubah
  • remember your promise
  • so ? we're just friend now
  • aku sudah memberimu kesempatan 1minggu, pergunakanlah waktu itu :)
  • buat apa aku sayang sama orang yang sudah melukai perasaan aku ?
  • godaan memiliki kekasih lain itu pasti ada sayang
  • berawal dari sms, bisa jadi candaan dan mungkin ada perasaan satu sama lain ?
  • bukannya aku tidak mempercayaimu tapi aku tidak mau terluka untuk kedua kalinya
  • aku ga mau putus, tapi aku juga ga mau sakit hati lagi
  • ketakutan seorang cewe, cowo yang dicintainya bakal menemukan wanita yag lebih cantik, lebih pintar, lebih tinggi, lebih putih dibanding cewenya yang sekarang
  • aku kangen kamu yang lebih peduli sama aku
  • aku akan selalu ada buat kamu terus kok

kamu inget ga waktu kamu...

kamu inget ga  waktu kamu nembak aku di depan bioskop ? waktu itu kan aku lagi ulang tahun jadi aku traktir kamu sama teman- teman aku.  awalnya sih aku biasa aja kamu mau datang atau ga pas aku traktir, tapi gerak- gerik teman aku bikin aku curiga. kamu inget ga waktu kamu minta bantuan ke teman aku buat ngasih kue ulang tahun ke aku ? kamu juga inget ga waktu kamu nyanyiin selamat ulang tahun ke aku ? itu sebenernya kejutan paling indah yang aku dapat dari kamu. terus, kamu inget ga waktu teman aku ngajak aku ke lantai atas yang ada kursi sama kolam bulat gitu ? aku ga nyadar kalo kamu udah ngasih kode ke teman aku buat nyari tempat yang bagus buat nembak aku. kamu juga inget ga waktu itu kan aku lagi duduk rame- rame sama teman- teman aku tapi satu persatu mereka pergi dengan alasan mau foto jadi hp aku diambil. disaat itu juga aku sama kamu duduk berdua di kursi itu, jujur aku gerogi dan cuma bisa ngomong seadanya. terus kamu inget ga waktu kamu bilang " wid, lu mau ga jadi pacar gua ?" disitu aku langsung diam dan aku nyari objek biar ga tegang. kamu juga inget ga pas aku ngeliatin jam mulu padahal disitu aku mikir kapan waktu yang tepat buat ngejawab pertanyaan kamu. waktu itu juga kan kamu negur aku kenapa aku ngeliatin jam mulu, awalnya aku mau ngejawab pertanyaan kamu seminggu tapi aku pikir itu kelamaan jadi aku minta kamu ngasih waktu ke aku 3 hari, tepat pas tanggal 8.

kamu inget ga waktu kamu maksa buat nganterin aku pulang kerumah dengan alasan karena udah malem dan belanjaan aku banyak ? kamu juga inget ga kamu cuma bisa nganterin aku di depan gang rumah aku karena aku takut ketahuan sama papa aku ? waktu itu kan pertama kalinya kamu ngelus rambut aku dan ngasih kado "boneka kelinci" sama kue ulang tahun. kamu inget ga waktu kamu senyum ke aku sebelum aku pergi ninggalin kamu dan waktu itu juga kamu ngeliatin aku sampai aku masuk kerumah. aku ngerasa mala itu, malam yang sangat istimewa buat aku.

kamu tahu ga waktu aku mau ngejawab pertanyaan kamu pas tanggal 8 ? awalnya aku ga tahu kalo itu tanggal yang bagus buat jadian, dan aku baru nyadar waktu aku udah nerima kamu jadi pacar aku.

kamu inget ga waktu kita masih malu- malu buat ngobrol pas baru pacaran ? terus kamu inget ga film pertama yang kita tonton waktu kamu ngajak aku jalan berdua buat pertama kalinya ? kamu juga inget ga waktu pas SMA kita sering pulang bareng ? apalagi kalo hujan kamu pasti ngelarang aku naik angkot dan lebih milih pake payung berdua ? terus kamu nyadar ga waktu itu teman- teman kamu sama teman- teman aku bilang kalo kita itu so sweet.

kamu inget ga waktu aku minta break satu minggu ? kamu curhat kan ke teman- teman aku ? sampai mereka  mempertemukan kita lagi dalam sidang yang dibuat oleh merek sendiri. distu aku ngerasakalo kamu beneran sayang sama aku dan ga mau kehilangan aku :')

terus kamu inget ga waktu kamu marahin aku karena aku salah, dan nasihatin aku ? kamu inget ga aku selalu cerita semua masalah aku ke kamu ? kamu itu selalu ada buat aku, tapi itu dulu. sebelum pengumuman snmptn memisahkan kita.

kamu inget ga waktu aku minta putus sama kamu karena aku ga mungkin bisa ngejalanin ldr ? waktu itu kan kamu yang nguatin aku kalo kita bisa ngejalanin ldr karena kita sama- sama saling mencintai. kamu ga mau kehilangan aku dan aku juga ga au kehilangan sosok yang selalu ada buat aku.

kamu inget ga waktu kamu udah pindah ke malang ? awalnya aku bisa ngejalanin ldr karena kamu selalu ada buat dengerin cerita aku, dengerin keluhan aku. kamu masih peduli sama aku, ngasih nasehat ke aku, nyemangatin aku. tapi aku ngerasa itu semua cuma tinggal kenangan "dulu" yang butuh diingat.
kamu selalu sibuk sama urusan kamu dan aku ga pernah bisa buat cerita ke kamu karena mood aku selalu hilang waktu kamu tanya aku kenapa apalagi waktu kita berantem hampir mau putus karena waktu itu kamu salah kirim sms ke teman perempuanmu ? aku yang ngerasa ga dipeduliin lagi sama kamu terus mikir kalo kamu udah punya perempuan lain selain aku.

kamu inget ga waktu kamu nelpon aku dan kita nyelesaiin masalah bareng- bareng ? kamu maksa aku kan biar aku ga mutusin kamu ? kamu tahu ga kalo aku ngobrol apalagi ketemu langsung sama kamu perasaan aku jadi luluh ? itu karena aku takut buat ngungkapin semua perasaan aku, dan itu bikin aku mudah maafin kamu dan ngasih kamu kesempatan 1 kali lagi.

kamu juga inget ga waktu kamu ngajak aku mengingat masa lalu ? masa- masa kita SMA ? masa- masa kita belum pernah dilanda masalah besar seperti ini ? aku kangen banget sama kamu yang dulu, aku ga prnah nyuruh kamu buat jadi kamu yang dulu. aku cuma mau kamu peduli sama aku dan sempetin waktu buat dengerin cerita aku. udah itu aja aku udah senang dan ngerasa kalo kamu masih nganggep aku jadi pacar kamu :)